Kisah perjalanan cinta kami
Fase 1:
Di antara banyaknya nama yang berlalu, kami pernah berhenti sejenak dalam percakapan singkat. Namun takdir belum menuliskan lebih banyak halaman, sehingga kami kembali menjadi dua penonton yang diam-diam melihat cerita satu sama lain.
Fase 2:
Kami pernah hilang dari percakapan satu sama lain. Namun melalui algoritma yang tak terduga, dua nama ini kembali dipertemukan dan pesan sederhana membawa kami pada pertemuan yang terus terulang.
Fase 3:
Kedai kopi menjadi tempat di mana percakapan panjang berubah menjadi kedekatan. Rasa datang tanpa diminta, tapi hati memilih memastikan semuanya dengan perlahan.
Fase 4:
Setelah dua nama menjadi “kami”, perjalanan ini tidak selalu tenang. Ada jarak yang harus dilalui, ada ragu yang sempat hadir. Namun cincin di jari menjadi tanda bahwa kami tetap memilih bersama.
Fase 5:
Di hadapan-Nya kami memilih untuk saling menetap. Janji ini bukanlah akhir dari perjalanan yang membawa kami sampai di sini, melainkan awal dari kehidupan yang akan kami jaga bersama dalam waktu yang tak akan selesai.
Mement kebersamaan kami
Trianjaya & Trivosa